Flowchart
Sistem kontrol hidroponik aktif dan siap bekerja untuk mendeteksi dua parameter utama:
(1) kondisi basah/kering pada area instalasi melalui sensor rain, dan
(2) ketinggian air nutrisi melalui water level sensor.
Sensor rain membaca keberadaan air pada permukaannya dan mengubahnya menjadi tegangan analog.
Tegangan ini masuk ke voltage follower, sehingga sinyal stabil tanpa berubah besarannya (Vin = Vo).
3. Kondisi Sensor Rain (Basah / Tidak Basah)
1) Jika Tidak Ada Hujan / Permukaan Kering
Voltage follower menghasilkan Vo ≈ 5 V (logika HIGH).
Tegangan ini masuk ke rangkaian self-bias transistor.
Karena VBE > 0,6 V, transistor aktif → relay posisi NO close.
Buzzer mati, menandakan sistem aman dan tidak ada kebocoran.
2) Jika Sensor Rain Mendeteksi Basah
Voltage follower menghasilkan Vo ≈ 0 V (logika LOW).
VBE < 0,6 V → transistor non-aktif → relay pada posisi NO open.
Buzzer menyala sebagai alarm adanya air pada jalur sirkulasi.
4. Sensor Water Level Mendeteksi Ketinggian Air
Setelah pengecekan kelembapan, sistem melanjutkan membaca level larutan nutrisi di dalam tangki.
Water level sensor memberikan tegangan analog sesuai tinggi air.
Sinyal masuk ke komparator op-amp untuk dibandingkan dengan titik referensi RV2.
5. Kondisi Ketinggian Air (Di Atas / Di Bawah 42,4% Sensor)
Komparator mendeteksi Vnon-inv > Vin (level cukup tinggi).
VBE transistor > 0,6 V → relay NO close.
Pompa menyala, mengisi air atau menjalankan sirkulasi sesuai rancangan.
Indikator ketinggian air (LED biru) juga menyala jika terhubung.
2) Jika Ketinggian Air di Bawah Ambang 42,4%
Komparator menghasilkan kondisi Vnon-inv < Vin (air rendah).
Transistor tidak aktif → relay NO open.
Pompa mati, mencegah bekerja saat volume tidak sesuai atau tangki terlalu rendah.
6. Penggabungan Dua Sistem Kontrol
Sistem rain sensor dan water level bekerja bersamaan.
Tindakannya berjalan paralel:
Rain sensor → buzzer (alarm kebocoran)
Water level → pompa (pengisian atau hentikan)
Keduanya terus berulang memonitor kondisi secara otomatis.
7. Sistem Dimatikan?
Jika pengguna memutus sumber daya kontrol hidroponik:
Semua rangkaian berhenti
Relay kembali open
Buzzer dan pompa mati
Jika tidak dimatikan, sistem kembali ke Langkah 2 dan terus beroperasi secara otomatis.
8. Selesai (End)
Proses berhenti setelah sistem dimatikan.
Dalam kondisi normal, kontrol bekerja terus-menerus untuk:
mendeteksi kebocoran/air hujan
menjaga ketinggian air agar tidak kurang atau berlebih
Sistem menjaga keandalan dan keamanan instalasi hidroponik selada.
Komentar
Posting Komentar